Prosedur Tindakan Terapi Doa

Kali ini PakMantri akan menjelaskan tentang prosedur tindakan Terapi Doa yang bisa digunakan dalam metode alternative penyembuhan dalam keperawatan. Berikut penjelasan tentang terapi (komplementer) doa.


Prosedur Tindakan Terapi Doa
Pengertian Doa
Doa secara harfiyah berarti ibadah, istighatsah (memohon bantuan dan pertolongan), ada juga yang mengartikan sebagai permintaan atau permohonan, percakapan, memanggil, dan memuji. Sedangkan pengertian doa secara istilah adalah “melahirkan kehinaan dan kerendahan dalam diri seseorang serta menyatakan kehajatan dan ketundukan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Manfaat Doa
Dengan berdoa, orang akan merasakan:
  • Kehadiran Tuhan YME
  • Kedamaian
  • Ketenangan
  • Meningkatkan spiritual
  • Memperkuat motivasi yang positif
Selain itu, berbagai permasalahan psikologis dapat di atasi dengan menggunakan terapi komplementer doa, antara lain:
  • Kesedihan
  • Kecemasan
  • Kesusahan
  • Kegelisahan
  • Depresi
  • Perasaan Bimbang
  • Gangguan Insomnia
Inti dari Terapi Doa
1. Tahap Kesadaran Sebagai Hamba
Pembangkitan kesadaran terkait statusnya sebagai “hamba” dan kesadaran akan kelemahan sebagai manusia biasa. Bentuk kesadaran ini akan menghantarkan seseorang yang berdoa berada pada keadaan lemah dalam artian rendah hati. Tanpa adanya kerendahan diri maka kesungguhan dalam berdoa sulit dicapai.

2. Tahap Penyadaran Akan Kekuasaan Tuhan YME
Selanjutnya setelah sadar akan segala kelemahan dan ketidakmampuan diri maka pengisian dilakukan yaitu dengan menyadari tentang kebesaran Tuhan YME. Tahap ini juga menimbulkan pemahaman tentang hakikat sakit, yakni: sakit berasal dari Tuhan dan kesembuhan juga berasal dari-Nya.

3. Tahap Komunikasi
Setelah sadar akan kelemahan dan penyakit yang dialami, dan sadar akan kebesaran Tuhan YME maka selanjutnya adalah tahap berkomunikasi. Komunikasi yang dimaksud adalah penyampaian atau pengungkapan segala keluh kesah dan permohonan melalui doa. Tahap komunikasi ini dapat berbentuk seperti:
  • Pengungkapan pengakuan segala kesalahan dan dosa, dengan hati yang bersih kontak dengan Tuhan YME akan lebih jernih.
  • Pengungkapan kegundahan hati dan kegilasahan yang dialami, tahap ini seakan kita mengungkapkan segala kegalauan hati kepada Tuhan. Pengungkapan ini dapat menumbuhkan rasa dekat kepada Tuhan.
  • Permohonan doa kesembuhan terhadap apa yang dialami. Permohonan doa bukanlah perminataan yang memaksa untuk dikabulkan. Melainkan, doa yang dipanjatkan harus disertai dengan kerendahan hati, dengan segenap sikap butuh kepada Tuhan YME. Sebagai seorang hamba, ketika sedang berdoa atau meminta permohonan kita tidak berhak untuk memaksa,
  • Tahap menunggu diam namun hati tetap mengadakan permohonan kepada Tuhan YME.
Instruksional Kerja Terapi Doa
Fase Pra-Orientasi
  • Mempersiapkan diri
  • Melihat identitas pasien pada RM
  • Mencuci tangan
Fase Orientasi
  • Memberikan salam
  • Memperkenalkan diri
  • Menanyakan kondisi psikologis pasien
  • Menjelaskan tujuan kedatangan dan prosedur tindakan
  • Menanyakan persetujuan atau kesiapan pasien
Fase Kerja
  • Menumbuhkan niat dalam diri pasien
  • Meminta pasien untuk merilekskan tubuh
  • Membimbing pasien untuk:
    • Menyadari keluhan yang sedang dirasakan pasien, amati keluhan itu, ikuti dengan kesadaran bahwa kita lemah, tidak berdaya dan tidak memiliki kemampuan apa-apa.
    • Menyadari kebesaran Tuhan YME, Dialah yang memberi hidup dan memberi mati, dia yang memberi sembuh dan memberi sakit
    • Mengungkapkan seluruh keluhan yang dirasakan kepada Tuhan YME
    • Meminta kesembuhan kepada Tuhan YME
  • Mengingatkan pasien untuk tetap rileks dan masih pada posisi memohon kepada Allah
  • Meminta pasien untuk pasrah kepada Allah sertai dengan keyakinan bahwa Allah menjawab doa yang dipanjatkan.
  • Meminta pasien menunggu jawaban doa dengan berdiam namun tetap memohon kepada Tuhan, sambil merasakan melalui pikiran & hati yang terfokus
Fase Terminasi
  • Melakukan evaluasi
  • Mengingatkan kepada pasien bahwa tidak semua doa akan langsung terkabul, dan meminta pasien untuk tetap melakukan doa dan usaha
  • Menyampaikan rencana tindak lanjut
  • Berpamitan dan mendokumentasikan kegiatan
  • Mencuci tangan
Seperti itulah prosedur tindakan pada terapi komplementer doa. Langkah-langkah diatas juga dapat dimodifikasi sesuai kondisi, situasi dan kebutuhan pasien.

Penulis: Deby Kurniadi

Comments